"
Rabu, 30 Oktober 2019
137 Tahun Berdiri Koffie Warung Tinggi Kian Diminati
"137 Tahun Berdiri, Koffie Warung Tinggi Makin Diminati SWA.CO.ID, Jakarta - Makin ramainya banyaknya warung kopi tidak membuat Koffie Warung Tinggi hilang dari peredaran. Selama 137 tahun kerja, sampai saat ini warung ini masih kerja, dan menjelma jadi warung kopi modern di mal berprestise Grand Indonesia sejak 2014. Warung Tinggi, atau yang dahulunya bernama Tek Sun Ho, dibuat pada 1878 oleh Liaw Tek Soen di Jalan Moolen Vliet Oost, Batavia, atau Hayam Wuruk, Jakarta. Usianya sudah 137 tahun. Sudah lima lintas generasi yang berusaha mempertahankannya. Dimulai dari Tek Sun jadi pendiri, seterusnya diteruskan oleh anak angkatnya, Liaw Tek Siong. Generasi lalu berubah ke Liaw Thian Djie, lalu ke Rudy Widjaja, dan terakhir ke Angelica Widjaja. Didepannya ketetapannya, inspirasi Warung Tinggi berbentuk toko kelontong dan warung nasi. Sebagian orang yang ada berbelanja dapat duduk santai sekaligus nikmati kopi. Tapi, lama kelamaan kemauan akan kopi terus makin bertambah. Dari situlah kopi selanjutnya diambil jadi panggilan tidak mati generasi lintas keluarga ini. Dalam periode waktu selama lebih dari 100 tahun, lumayan banyak permasalahan yang didapati. Mulai dari terpaksa sekali tutup sebab adanya peperangan antara Jepang dan Belanda, sampai kerusuhan 1998. “Tapi kami masih bisa bangun ,” papar Angelica. Di bawah kepemimpinan Angelica, selanjutnya Warung Tinggi bertransformasi. Bila belakangan ini Warung Tinggi hanya cuma berada di Hayam Wuruk, saat ini ekspansi ke mal di bilangan Jakarta Pusat dengan memberi penambahan kata Koffie jadi Koffie Warung Tinggi. Tapi, pendirian Koffie Warung Tinggi tidak ditangani sendiri. Angelica menggandeng perusahaan yang bekerja di bidang food & beverage, yakni OPCO Indonesia, dalam operasional coffee shop itu dengan skema partnership. “Untuk merek masih kita yang punyai 100%,” papar wanita berusia 32 tahun itu menegaskan. Digandengnya OPCO bukan tanpa bukti. Angelica menerangkan awalannya ia telah coba proses trial dan error untuk buat warung kopi. Tapi latar keluarga yang lebih konsentrasi pada peracikan kopi dibanding usaha food & beverage (F&B) membuat ia berpikir lebih baik menggandeng OPCO. Perusahaan itu diakui Angelica memiliki kekuatan branding di usaha model tidak mati dan F&B. Saat ini sekurang-kurangnya sudah ada 200 lebih tipe kopi racikan yang dimiliki Warung Tinggi. Pada sebuah bulan sekurang-kurangnya Warung Tinggi bisa jual 10 sampai 20 ton kopi racikan. Beberapa negara jadi arah ekspor, seperti Jepang dan Amerika. Tapi, istimewa untuk yang dijual di coffee shop Koffie Warung Tinggi sejumlah besar semacam soft blended. Baru pada 27 Agustus 2015 lalu, Koffie Warung Tinggi mulai berani memperkenalkan tipe kopi yang lebih kuat, yaitu kopi Excellence. Kopi ini sengaja diracik untuk orang yang sudah terbiasa minum kopi, sampai bila belum terbiasa akan menyebabkan pusing, tubuh terasa panas, perut mual, dan muka merah padam. “Zaman dulu malah yang tipe seperti ini yang paling laris dipesan di Warung Tinggi,” Angelica menceritakan. SWA.CO.ID ""
"
"
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar