Senin, 15 Januari 2018

TERUNGKAP: Kalimat Paling akhir Pilot QZ8501 Sebelum Jatuh

TERUNGKAP: Kalimat Paling akhir Pilot QZ8501 Sebelum Jatuh - Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Selasa, 1 Desember 2015 keluarkan laporan akhir tentang pemicu kecelakaan yang menerpa pesawat AirAsia QZ8501 yang ke arah Singapura dari Surabaya. Hasil dari itu penduduk dapat tahu pemicu serta urutan dari kecelakaan pesawat itu.

Related image

Salah satunya sisi sebagai perhatian ialah pembicaraan paling akhir pada pilot serta co-pilot pesawat nahas yang jatuh pada 28 Desember 2014. Berikut isi pembicaraan paling akhir mereka yang sukses disibak oleh team dari KNKT serta diupload di situs KNKT, Kementerian Perhubungan.

Jam 22.57:39 (waktu UTC, atau 05,57: 39 WIB): Pramugari menginformasikan pesawat masuk cuaca jelek.

23.04:59 (06,04:59 WIB) pilot minta untuk dikit membelokkan arah pesawat sekitar 15 mil.

23.11:44 (06,11:44 WIB)Pesawat sudah diidentifikasi oleh radar yang berada di Jakarta, serta pilot disuruh untuk memberikan laporan keadaan cuaca jelek di sekelilingnya.

23.11:49 (06,11:49 WIB) pilot minta izin untuk meningkatkan pesawat ke tempat yang tambah tinggi pada menara kontrol di Jakarta.

23.11:55 (06,11:55 WIB) menara kontrol bertanya pada pilot tentang berapakah ketinggian yang ditujukan.

23.12:01 (06,12:01 WIB) pilot menjawab jika dia minta izin untuk naik ke ketinggian 38.000 kaki.

23.12:05 (06,12:05 WIB)menara kontrol memerintah pada pilot untuk siap-siap naik ke ketinggian yang disebut.

23.13:40 (06,13:40 WIB) terdengar nada dentingan tunggal (panggilan penumpang) nada itu kembali berulang pada jam 23.15:35, serta pada jam yang sama menara kontrol memberi kepastian untuk pesawat naik ke ketinggian 340.

Nada berdenting kembali terdengar, semasing di jam 23.16:28, 23.16:30 serta 23.16:44.

23.16:46 (06,16:46 WIB) terdengar nada yang mirip dimatikannya model autopilot.

23.16:53: (06,16:53 WIB)Pilot menjelaskan, "oh my God"

23.16:55 (06,16:55 WIB) terdengar nada “Stall Warning” yang disebut sinyal jika daya angkat pesawat telah alami penurunan saat 1 detik.

23.17:03 Pilot meminta kopilot mendatarkan pesawat “Level, level, level,” kata sang pilot pada co-pilotnya sekitar 4 kali. Situasi mulai menegangkan waktu itu

23.17:15 (06,17:15 WIB) “Pull down.. Pull down,” tutur sang pilot pada co-pilotnya untuk turunkan ketinggian pesawat. Keinginan diulang sekitar 4 kali.

23.17:17 (06,17:17 WIB)kembali terdengar nada alarm tempat kehilangan daya angkat (stall warning) saat 4 detik .

23.17:23 (06,17:23 WIB) nada “Stall warning” itu selalu terdengar sampai akhir rekaman.

23.17:29 (06,17:29 WIB) kopilot menjelaskan dalam bahasa Prancis, "apakah yang berlangsung".

23.17:33 (06,17:33 WIB) co-pilot mengatakan "TOGA" atau Take Off/Go Around.

23.17:41 (06,17:41 WIB) pilot menjelaskan, "my God."

23.17:51 (06,17:51 WIB) Pilot mengatakan, “Slowly.. Slowly,” sekitar 5 kali

23.19:58 (06,19:58 WIB) Pilot minta pada co-pilot untuk pilih penampilan manajemen computer dan pilih CAPT 3.

23.20:36 (06,20:36 WIB)rekaman berhenti.

Ketua Sub Komite Kecelakaan Hawa KNKT, Nurcahyo Utomo, mengatakan, dalam catatan black box tidak tampak terdapatnya tanda-tanda dampak cuaca menjadi pemicu kejatuhan pesawat. Dia mengatakan, sebelum ditemukannya pemicu rusaknya pada pesawat type Airbus A320 itu, ada 4x aktivasi sinyal peringatan atau master caution.