Minggu, 20 November 2016

6 Bandara Pemegang Gelar Terbaik di Indonesia

"6 Bandara Pemegang Gelar Terbaik di Indonesia Untuk memajukan bidang pariwisata, Indonesia selalu berbenah. Fasilitas perhubungan jadi satu diantara hal yang selalu di bangun serta dibenahi. Hal semacam ini bisa tampak dari semakin bagusnya bandara-bandara di Indonesia. Sebagian salah satunya bahkan juga masuk dalam daftar bandara paling baik dunia.

Dikumpulkan dari beragam sumber, di bawah ini 6 bandara paling baik di Indonesia yang mempunyai beragam kelebihan.

1. Bandara Soekarno Hatta,

Gelar : Bandara Tersibuk di Indonesia

Tiap-tiap tahunnya bandara ini dikunjungi 51, 17 juta pengunjung. Tidak salah bila Soekarno-Hatta dinobatkan sebagai bandara tersibuk.

2. Bandara Ngurah Rai,

Gelar : Salah Satu Bandara dengan Wifi Paling cepat di Dunia

Terkecuali mencapai predikat sebagai bandara paling baik ke tujuh didunia, Ngurah Rai Bali juga dinobatkan jadi bandara dengan akses wifi paling cepat ke-6 didunia. Bahkan juga menaklukkan satu diantara bandara di Amerika Serikat.

3. Bandara Sepinggan,

Gelar : Bandara Paling Megah di Indonesia

Bandara Sepinggan dinobatkan sebagai bandara termegah di Indonesia, menaklukkan Soekarno-Hatta. Tidak hanya megah, bandara ini dapat mempunyai system keamanan yang mutakhir dan design arsitektur yang futuristik dan ramah lingkungan.

4. Bandara Juanda,

Gelar : Bandara Paling baik ke 10 di Dunia

Mempunyai sarana komplit seperti tempat berbelanja, tempat makan, tempat hiburan dan keramahan service beberapa staf, bikin bandara ini dinobatkan sebagai bandara paling baik ke sepuluh didunia.

5. Bandara Kualanamu,

Gelar : Hanya satu Bandara Indonesia yang Diperlengkapi Sarana Kereta Api

Bandara yang terdapat di Medan ini jadi hanya satu bandara Indonesia yang mempunyai akses kereta api.

6. Bandara Ahmad Yani,

Gelar : Bandara Terapung Pertama di Indonesia

Ahmad Yani jadi bandara pertama di Indonesia yang mengusung topik 'floating airport' (bandara terapung) ramah lingkungan.

Kamis, 17 November 2016

Wonderful Indonesia Ikuti JATA Travel Expo di Jepang

"Wonderful Indonesia Ikuti JATA Travel Expo di Jepang Wonderful Indonesia makin memperlebar sayap, satu diantaranya dengan ikuti pameran pariwisata internasional. Yakni, JATA Travel Expo 2016 yang di gelar di Tokyo International Exhibition Center (Tokyo Big Sight), Jepang pada 22-25 September yang akan datang.

Ditegaskan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, kalau hal semacam ini jadi satu diantara kiat promosi pariwisata Indonesia diluar negeri.

" JATA Tourism Expo (JTE) 2016 yaitu bursa pariwisata internasional tahunan paling besar di Jepang, diikuti oleh 1. 161 buyers serta sellers dari 141 negara dengan 1. 129 booths, serta dikunjungi oleh 173. 602 pengunjung, " kata Menteri Arief Yahya.

Hingga Arief menilainya pariwisata Indonesia mesti berperan serta dalam arena itu dengan materi promosi yang menarik serta penampilan optimal. Terutama dalam penyelenggaraan JTE yang ke 24 kalinya ini, diinginkan bisa menjaring banyak peminat.

Tidak menginginkan menyia-nyiakan peluang, Kemenpar merencanakan bakal buka tempat pameran seluas 180 mtr. persegi dengan design booth memiliki nuansa kapal Phinisi.

" Bakal menyimpan 20 booth diperlengkapi dengan design serta gambar yang mewakili destinasi di 3 Greater yaitu Batam, Jakarta, serta Bali, " paparnya.

Kapal Phinisi adalah kapal tradisional khas Suku Bugis serta Suku Makassar di Sulawesi Selatan, tepatnya dari Desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Jenis kapal itu begitu khas dengan dua tiang monitor paling utama hingga diinginkan dapat menarik perhatian pengunjung dalam acara pameran akbar itu.

Lebih jauh Arief menyebutkan, nanti acara ini bakal di hadiri beberapa pelaku industri pariwisata dari beragam belahan dunia. Mereka berkumpul dalam acara pameran beragam product serta layanan di bagian pariwisata termasuk juga airlines, seni serta budaya, atraksi serta destinasi, resort, service transportasi, Conference serta Exhibition Centers, service perbankan, golf, venue kebudayaan, holiday camps, sampai hotel serta restoran.

" Aktivitas ini begitu utama terlebih Jepang adalah satu diantara negara konsentrasi pasar pariwisata Indonesia yang dari th. ke th. kontribusinya besar pada tujuan kunjungan wisman ke Tanah Air, " kata Arief.

Pada saat yang sama Deputi Bagian Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata menyampaikan dalam arena JTE, Indonesia bakal tempati posisi di Indonesia East Hall 1, A 24.

Kemenpar memfasilitasi 35 pelaku industri pariwisata Indonesia dari beragam propinsi untuk ikuti acara itu. Mereka bergerak pada layanan agen perjalanan, hotel, Pemda, cruise, pengelola destinasi wisata, theme park, sampai maskapai penerbangan.

" Kami akan mengadakan beragam aktivitas yang diinginkan dapat jadi atraksi serta daya tarik pengunjung supaya datang ke booth Indonesia, " kata Pitana.

Sebagian kesibukan yang bakal di gelar di Indonesia East Hall dalam JTE salah satunya Pameran B to B serta B to C, Service Info Pariwisata, Coffee & Refreshment, Tampilan Tim Kesenian, Media Digital Interaktif (Virtual Reality), serta Gift Redemption.

Beragam kesibukan menarik itu diharapkannya dapat menarik perhatian pengunjung JTE hingga brand pariwisata Indonesia makin di kenal terutama di Jepang.

Ia menyampaikan sampai kini Jepang adalah satu diantara negara konsentrasi pasar wisata paling utama yang potensinya masihlah begitu besar untuk dimaksimalkan.

" Wisatawan asal Jepang yang bertandang ke Indonesia selalu bertambah dalam lima th. paling akhir. Namun spesial th. ini tumbuh minus walau potensinya tetap masih besar, " tuturnya.

Oleh karenanya Kementerian Pariwisata berasumsi utama untuk lebih gencar mengerjakan pasar Jepang lewat beragam promosi wisata di kota-kota mungkin negara itu terutama di Tokyo sebagai jantung paling utama Jepang.

" Th. ini kami membidik dapat menjaring 550. 000 wisman Jepang ke Indonesia. Ini begitu sangat mungkin lantaran keseluruhan outbond mereka 22, 5 juta serta berbagi Indonesia baru meraih 2, 33 %, " tuturnya.

Traveler Nekat Menantang Maut Demi Sebuah Foto

"Traveler Nekat Menantang Maut Demi Sebuah Foto Tiap-tiap wisatawan mengharapkan memperoleh peristiwa berlibur yang mengasyikkan. Namun tidak sama dengan wisatawan yang satu ini. Tidak senang cuma nikmati beberapa hal mengasyikkan sepanjang berlibur, turis wanita ini menjajal suatu hal yang menantang bahkan juga meneror jiwanya. Ia nekat berpose dengan buaya liar.

Yaitu Kristina Smith, 25 th.. Sekian waktu lalu Kristina lakukan perjalanan ke satu tempat terpencil di Paga, Ghana untuk mencari sensasi berlibur menantang adrenalin.

Penjelajah muda dari Ottawa, Kanada itu lalu mendengar mengenai satu tempat rahasia lewat masyarakat setempat.  Lokasi yang disebut yaitu kolam buaya Paga.

Ia juga mengambil keputusan untuk datang kesana. Sesudah tiba di kolam itu, Kristina melihat sekumpulan buaya liar tengah 'berpesta ayam'. Tak tahu apa yang mendorong wanita itu, hingga pada akhirnya terpikir inspirasi untuk berfoto berbarengan buaya-buaya disana.

Pada akhirnya, dengan didampingi masyarakat setempat, Kristina nekat berpose dengan binatang yang panjangnya nyaris 6 kaki itu.

Kristina menyampaikan : " Di depan pintu masuk, gw disambut oleh seseorang lelaki lokal.  Kemudian gw dibawa oleh dua orang pemuda, yang memegang ayam di tangannya.  Kolam itu ada di ruang kosong yang besar serta Anda dapat lihat garis samar buaya di dalam air. "

" Seseorang pemandu bersiul melengking serta sukses menarik perhatian dua ekor buaya. Satu buaya lebih cepat dari yang lain serta jadi yang pertama keluar dari air. Lalu dilemparkan ayam sebagai makanan. "

" Kemudian, gw miliki peluang berfoto. Pemandu memberikan keyakinan itu aman. Ini yaitu pertama kalinya gw berdekatan dengan hewan itu. "

Dia memberikan : " Gw begitu semangat untuk lihat beberapa tempat jauh serta pada akhirnya mengambil keputusan untuk lakukan perjalanan ke Paga, Ghana. Gw menggunakan sebulan disana. Melancong dengan mobil, bus serta sepeda motor. Gw juga tidak melupakan peluang untuk lihat gajah, kuda nil serta buaya liar.

(Sumber : Dailymail)

Jumat, 11 November 2016

Tak Hanya Lezat Sejarah Kuliner Idul Adha Ternyata Unik

"Tak Hanya Lezat Sejarah Kuliner Idul Adha Ternyata Unik Datangnya hari raya Idul Adha disambut sukacita oleh semuanya umat muslim. Tidak cuma untuk mereka yang dapat menunaikan haji, tetapi kemeriahan berkumpul berbarengan keluarga jadi peristiwa yang selalu ditunggu.

Begitu halnya sebagian besar orang-orang Indonesia yang umumnya menantikan pembagian daging kurban. Nah, nyatanya ada yang unik lho dari kebiasaan satu ini.

Menurut pengamat kuliner Arie Parikesit, histori kuliner Idul Adha di Indonesia banyak di pengaruhi budaya dari Timur Tengah. Hal semacam ini bermula mulai sejak era ke 18-19 masehi, di mana banyak bangsa Arab serta India masuk ke Nusantara.

Akulturasi budaya punya pengaruh juga pada cita rasa kuliner yang baru. Hingga hadirnya olahan daging kambing serta domba mulai dapat di terima oleh lidah-lidah orang Indonesia.

" Sebelumnya mereka masuk ke Nusantara, beberapa orang Indonesia tak makan kambing. Namun beberapa orang Timur Tengah kan kesukaannya makan kambing, maka dari itu terbawa-bawa, " jelas Arie waktu didapati di acara Bango Dorong Pelestarian Warisan Kuliner Nusantara.

Berabad lalu beberapa orang di daerah Jawa Tengah serta Yogyakarta mulai banyak yang berinovasi untuk mengolah hidangan dari daging kambing. Terlebih beberapa daerah yang banyak ditempati keturunan Arab serta India umumnya bakal membuahkan kambing-kambing dengan kwalitas baik.

" Warga lokal pada akhirnya mulai nyoba ngolah daging kambing. Kreasi pertama yang dibuat yakni sate kambing, " paparnya pada Selasa, 30 Agustus 2016 di Cikini, Jakarta Pusat.

Ketika itu, hidangan sate umumnya cuma memakai daging serta sisi hatinya saja. Sedang jeroan serta tulang-tulangnya memberikan inspirasi beberapa orang untuk bikin kreasi menu baru berbentuk gule atau gulai yang diracik dari rempah-rempah asli Indonesia yang digabung dengan santan.

Menurut Arie, ke-2 makanan ini sering dihidangkan berbarengan lantaran ada sama-sama lengkapi. Lama kemudian, beberapa orang di Jawa sisi Selatan kembali berinovasi sesudah nampak pabrik-pabrik gula pasir serta gula merah. Terlebih sesudah hadirnya pabrik kecap yang bikin mereka makin kreatif dalam mencampur-campurkan bahan hingga terhidang menu lezat yakni tongseng.

" Tongseng ada dari racikan ke-2 komponen bumbu sate serta gulai, serta agar lebih fresh ditambahin irisan tomat serta kubis, " tambah Arie.

Tidak sebatas mewarnai baru pada histori kuliner di Indonesia, nyatanya hadirnya tongseng ini dapat sukses merubah peta perekonomian orang-orang di Jawa Tengah.

Seperti di Boyolali Jawa Tengah yang dulunya orang-orangnya cuma bermata pencaharian sebagai petani lalu banyak yang berpindah profesi sebagai penjual sate serta tongseng untuk memenuhi keperluan hidup mereka.

" Cikal akan hidangan tongseng diakui datang dari Kecamatan Klego, Boyolali. Bahkan juga dalam satu kampung nyaris semua berdagang sate serta tongseng hingga mereka membangun monumen sate tongseng sebagai simbol kebanggaan mereka, " tutupnya.

Kamis, 10 November 2016

Selamat Indonesia Boyong 4 Penghargaan PATA Gold Awards 2016

"Selamat Indonesia Boyong 4 Penghargaan PATA Gold Awards 2016 Di dalam kemeriahan penyelenggaran PATA Travel Mart yang dilangsungkan di ICE Serpong, Indonesia kembali memperoleh penghargaan bergengsi. Sekurang-kurangnya empat PATA Golden Awards 2016 sukses dibawa pulang oleh Indonesia dari arena travel fair paling besar di Asia Pasifik itu.

Pengharagaan pada kelompok marketing-primary government destination diberikan pada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang berhasil mempromosikan even 'Total Solar Eclipse Indonesia' pada Mare lantas. Beberapa usaha promosi dari Kemenpar untuk menebar kehadiran wisatawan di beberapa destinasi wisata dikira sukses menyedot beberapa ribu wisatawan dunia.

Sedang kelompok heritage and culture juga diberikan pada Kemenpar lantaran dinilai sukses mempromosikan kesenian lalare orchestra satu kesenian sebagai kombinasi alat musik tradisional seperti gendang, rebana, saron, angklung, tersebut penarinya yang dimainkan oleh anak-anak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jawa timur). Kesenian ini jadi satu diantara daya tarik wisatawan yang bertandang ke daerah wisata di ujung timur Pulau Jawa itu.

Disamping itu, kelompok travel journalism (travel photograph) diberikan pada Handi Lakonsa yang karyanya dimuat dalam Majalah Colour’s Garuda Indonesia Inflight Magazine dalam judul 'Journey of The Wanderer', sedang untuk kelompok travel journalism (industry business article) diberikan pada wartawan senior bagian pariwisata dari Indonesia, Mimi Hudoyo serta Raini Hamdi dalam tulisannya'The New Glamorous' di Majalah TTG Asia terbitan Desember 2015.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyampaikan, 4 penghargaan bergengsi PATA Gold Awards 2016 yang di terima ini memberi keyakinan dunia internasional pada kemampuan kepariwisataan Indonesia yang bertumpu pada 5 unsur subyek (stakeholder) pariwisata yaitu ; akademisi, pebisnis, komune, pemerintah, serta media (pentahelix) .

“ Unsur pentahelix pariwisata ini jadi kemampuan kita dalam memenangkan persaingan global dalam wujudkan tujuan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta 275 juta gerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air pada akhir th. 2019, ” kata Menpar, Jumat, 9eptember 2016.

Terkecuali memperoleh PATA Gold Award 2016, Indonesia juga memperoleh pengharggan dari Tubuh Pariwisata Dunia (UN-WTO) untuk kesuksesannya meningkatkan pariwisata berkepanjangan (tourism sustainable development) di tiga Kabupaten yaitu ; Pangandaran (Jawa barat), Sleman (Yogyakarta), serta Lombok Barat (NTB). Pariwisata Indonesia dinilai oleh UN-WTO sebagai negara ke-2 sesudah Tiongkok yang sukses mengembangan pariwisata berkepanjangan atau ramah lingkungan.

(Sumber : Kementrian Pariwisata)